Inovasi dan Sejarah Bir Kalengan Pertama Kali Dijual

0
146

GOBER.ID – Bir merupakan minuman yang mungkin paling mudah ditemukan hampir di semua negara di dunia. Dan, mungkin, hampir semua orang di dunia ini pernah minum bir setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Saat ini, bir bisa ditemukan baik dalam wadah botol maupun kaleng. Dan ternyata bir kaleng pertama kali diproduksi dan dijual pada 24 Januari 1935.

Perusahaan yang menciptakan inovasi bir kaleng adalah Gottfried Krueger Brewing Company di Richmond, Virginia, AS.

Bekerja sama dengan perusahaan kaleng American Can Company, Gottfried Krueger awalnya memproduksi 2.000 kaleng bir terbaik untuk para pelangganya.

Hasilnya, 91 persen konsumen Gottfried Krueger menyatakan puas dan fakta itu mendorong perusahaan tersebut melanjutkan produksinya.

Pada akhir abad ke-19, kaleng merupakan bagian penting dari distribusi massal makanan. Namun, baru pada 1909, American Can Company membuat kaleng sebagai wadah bir.

Awalnya usaha ini tak berhasil dan perubahan ini harus menunggu selama beberapa puluh tahun.

Akhirnya pada 1933, setelah melakukan riset selama dua tahun, perusahaan ini berhasil mengembangkan wadah kaleng bertekanan dengan lapisan khusus yang mencegah bir mengalami reaksi kimia akibat bersentuhan dengan dinding kaleng.

Sayangnya, konsep bir kalengan saat itu ternyata sulit untuk dijual sebelum Gottfried Kruger menjadi perusahaan pertama yang mencoba bir kalengan di Amerika Serikat.

Ternyata tanggapan konsumen bir amat luar biasa. Hanya dalam waktu tiga bulan hampir 80 persen distributor menyediakan bir kaleng produksi Krueger.

Kondisi ini sekaligus membuat Krueger menjadi perusahaan bir terbesar ketiga di AS bersama Anheuser-Busch dan Pabsy and Schlitz.

Melihat kuseksesan Krueger menjual bir kaleng, par kompetitornya melakukan hal yang sama. Dan pada akhir 1935 di Amerika Serikat sebanyak 200 juta bir kaleng diproduksi dan dijual.

Keuntungan lain adalah, tidak seperti wadah botol, dengan menggunakan kaleng konsumen tak perlu lagi membayar uang deposit saat hendak membeli bir.

Kaleng juga lebih mudah disimpan, lebih tahan lama, dan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk didinginkan.

Alhasil, bir kaleng semakin populer di sepanjang dekade 1930-an dan semakin terkenal saat Perang Dunia II percah. Saat itu berbagai perusahaan bir AS mengirim jutaan kaleng bir untuk para prajurit yang bertempur di luar negeri.

Setelah perang usai, berbagai perusahaan bir mulai mengambil keuntungan dari distribusi massal bir kaleng yang semakin mudah.

Perusahaan-perusahaan besar kemudian mampu mengambil alih konsumen perusahaan lokal yang awalnya merajai pasar karena tak mampu menekan ongkos produksinya.

Hari ini, nilai ekonomi bir kaleng mencapai separuh dari industri bir Amerika Serikat yang mencapai 20 miliar dolar setahunnya.

Sumber: KOMPAS.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here